Jangan ancam dunia!
Baca Juga
Jangan ancam dunia!Jangan ancam dunia!
Ketika banyak umat Islam memiliki kemampuan luar biasa untuk mengasingkan dunia dan mengubah teman menjadi musuh, maka tidak heran jika Anda akan menemukan contoh di beberapa ...
Ketika banyak umat Islam memiliki kemampuan luar biasa untuk mengasingkan dunia dan mengubah teman menjadi musuh, maka tidak heran jika Anda akan menemukan contoh di beberapa ...
Para pembual cinta
Para pembual cinta
Barangsiapa mengenakan busana-busana cahaya kedekatan dengan ruh yang senantiasa mengucilkan diri pada-Nya, plus terjaga dari bencana dan kesialan, dia tidak akan terusik gara-gara tuntutan dan tidak ...
Barangsiapa mengenakan busana-busana cahaya kedekatan dengan ruh yang senantiasa mengucilkan diri pada-Nya, plus terjaga dari bencana dan kesialan, dia tidak akan terusik gara-gara tuntutan dan tidak ...
Redakan perselisihan
Redakan perselisihan
Umat Islam tidak butuh lebih banyak perselisihan, perpecahan, permusuhan, dan pertengkaran. Sudah cukup. Tidak masuk akal, tidak bijaksana dan tidak realistis untuk membenturkan faksi Sunni dan ...
Umat Islam tidak butuh lebih banyak perselisihan, perpecahan, permusuhan, dan pertengkaran. Sudah cukup. Tidak masuk akal, tidak bijaksana dan tidak realistis untuk membenturkan faksi Sunni dan ...
Jalan orang-orang yang dicinta
Jalan orang-orang yang dicinta
Cinta Rasul s.a.w. kepada Tuhannya adalah cinta Dzat berkat musyahadah lantaraan terobsesinya ruh sekaligus melesatnya ruh ke wilayah kedekatan (dengan Allah).
Menurut Al-Wasithi, ...
Cinta Rasul s.a.w. kepada Tuhannya adalah cinta Dzat berkat musyahadah lantaraan terobsesinya ruh sekaligus melesatnya ruh ke wilayah kedekatan (dengan Allah).
Menurut Al-Wasithi, ...
Cinta Rasul murni 24 karat
Cinta Rasul murni 24 karat
“Kapankah seorang hamba mencapai maqam ridha?” tanya seseorang kepada Yahya ibn Mu’adz.
Yahya menjawab, “Bila dia telah mendudukkan dirinya di atas empat tiang atau fondasi.
Kualifikasi orang ridha
“Kapankah seorang hamba mencapai maqam ridha?” tanya seseorang kepada Yahya ibn Mu’adz.
Yahya menjawab, “Bila dia telah mendudukkan dirinya di atas empat tiang atau fondasi.
Kualifikasi orang ridha
Kualifikasi orang ridha
Ridha ialah satu maqam dalam tasawuf yang tinggi derajatnya. Allah SWT berfirman, “Wahai nafsu yang tenang (muthmainnah), kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadaan ridha dan diridhai.”
Ridha ialah satu maqam dalam tasawuf yang tinggi derajatnya. Allah SWT berfirman, “Wahai nafsu yang tenang (muthmainnah), kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadaan ridha dan diridhai.”
DUTA MASYARAKAT, 09 Februari 2010
Syaikh Dr. Aidh Al-Qarni
Ketika banyak umat Islam memiliki kemampuan luar biasa untuk mengasingkan dunia dan mengubah teman menjadi musuh, maka tidak heran jika Anda akan menemukan contoh di beberapa negara-negara Arab dan muslim yang memberi ancaman dan peringatan kepada negara-negara besar. Padahal, negara mereka sendiri rentan, miskin, tidak mampu menyediakan roti, bensin,dan menghapus buta huruf.
Misalnya, saya dengar melalui saluran Al-’Arabiyah, bahwa seorang pemikir reformis Iran mengejek sistem negaranya dan berkata, aku tidak tahu sampai batas mana aku akan menemui ajal? Padahal, semula banyak teriakan: “Mampuslah Amerika”, dan kemudian ditambahkan “Mampuslah Israel.” Ketika sikap Inggris meragukan, maka muncullah serapah: “Mampuslah Inggris.” Ketika Perancis memberitakan demonstrasi di Iran, muncul lagi slogan: “Mampuslah Prancis.” Dan jika Rusia tidak melakukan hak veto atas sanksi terhadap Iran maka akan bertambah slogan: “Ikut matilah Rusia.” Dan nanti akan muncul pula slogan untuk Somalia, Burkina Faso, dan Ghana yang memiliki hubungan baik dengan Amerika. Dan pada akhirnya mereka akan mengatakan: “Mampuslah dunia.”
Demi Allah, apakah pernyataan mereka itu menghargai diri sendiri yang kemudian meningkatkan panji-panji Islam. Sesungguhnya Islam mengajak kita mengubah musuh menjadi teman, bukan mengubah teman menjadi musuh. Allah berfirman dalam surah Al-Fussilat ayat 34: “Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.” Demikian pula dalam firmannya yang lain pada surah Al-Mumtahanah ayat 7: “Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka.”
Beberapa imam dalam ceramahnya di beberapa saluran televisi dan radio juga masih menyebut doa semacam ini: “Ya Allah, hancurkan Yahudi dan orang-orang yang diyahudikan, hancurkan Kristen dan orang yang dikristenkan, hancurkan Majusi dan orang-orang yang dimajusikan, hancurkan Buddha dan orang-orang yang dibhuddakan, hancurkan Cina dan orang-orang yang dicinakan.” Kemudian doa itu semakin menyempit dan mengarah kepada kelompok lain yang seagama: kelompok sempalan, kelompok bid’ah, dan lain sebagainya. Sehingga kemudian tak tersisa lagi yang bisa dikutuk selain orang-orang di lingkungannya. Bahkan, beberapa imam berdoa agar dihancurkan ekonomi Barat dan disebar penyakit menular. Padahal mereka tahu bahwa kita tidak akan bisa mencelakakan mereka. Ekonomi kita menyatu dengan dunia dan penyakit yang menimpa negara lain juga akan menimpa kita, karena planet bumi yang kita tinggali memang satu.
Beberapa khatib berdoa untuk celaka orang kafir, tak peduli yang jahat dan yang baik. Sementara dia tahu siapa yang membuat mikrofon di masjid, penemu listrik, yang menggali gas, penemukan televisi, radio dan internet yang semuanya adalah orang-orang kafir. Mereka tidak memerangi kita karena sibuk dengan temuannya serta mengembangkannya melalui penelitian di laboratorium menjadi produksi yang manfaat. Sementara kita masih sibuk dengan hal-hal yang tak berguna. Mengapa kita tertarik mengasingkan dunia dan mengancamnya dengan doa celaka dan kutukan kepada kemapanan.
Apa untungnya memanas-manasin orang yang lupa dan membangunkan orang yang tidur untuk menunjukkan bahwa kita akan datang dan siap untuk melawan dunia? Apakah ini cara pendekatan Islam? Apakah ini logika agama? Apakah ini masuk akal kita? Atau apakah itu kebodohan dan kedunguan kita? Sebab kita sendiri membutuhkan ketenangan dunia, semakin banyaknya teman, dan meniadakan permusuhan. Pesan agama Islam bersifat universal yang mengandung pesan kasih sayang, perdamaian dan keamanan. Allah berfirman dalam surah Al-Anbiya ayat 107: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi rahmat) bagi seluruh alam.”
Sebagian mereka berpidato di depan massa yang tertindas dan kelaparan dengan mengenakan seragam militer. Dia itu tak pernah menang pada pertempuran apa pun. Mereka sematkan medali di dadanya, bintang-bintang kepangkatan di pundaknya, dan sebuah mahkota perjuangan kemerdekaan di pecinya. Dialah yang menjajah negerinya, dan kemudian menyampaikan khotbah api yang mengancam negara-negara besar dengan kemusnahan dan kehancuran. Padahal, negaranya sendiri dalam krisis, harga tinggi dan epidemi yang sepertinya tak teratasi.
Wahai kaum muslim, para ulamanya, para khatibnya, para politisi, intelektual dan penulisnya, kemukakan pendapat secara dewasa yang penuh tanggung jawab, pikiran yang membawa kasih sayang, lemah lembut dengan manusia lainnya. Cukuplah bagi kita slogan yang menipu, prestasi palsu dan ide-ide liar yang hanya cocok untuk orang sakit jiwa dan anak-anak beranjak remaja. Islam mengajarkan kita untuk berhubungan baik dengan non muslim selama mereka tidak memerangi kita.
Allah berfirman dalam surah Al-Mumtahanah ayat 8 sebagai berikut: “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urtusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.:”
Lantas, kenapa ya sebagian kita masih berpikir bodoh untuk mengasingkan dunia serta mengancam negara-negara damai di bumi, sementara ia tidak mampu hidup damai di di negerinya sendiri. n
Diterjemahkan Musthafa Helmy dari naskah berjudul ’La Tuhahddidul ’Alam’ yang dimuat harian Asy-syarqul Awsath (Arab Saudi) edisi Selasa, 2 Februari 2010 lalu.


