Duta Masyarakat
Sabtu, 11 September 2010 | 05:52:49 WIB

 INDEKS ARTIKEL 

TANGGAL: / /

 TOP 10 

  • Petani Mulai Gandrungi NPK   (299)
    Petani Mulai Gandrungi NPK
    SURABAYA – Problem pupuk segera terselesaikan. Ke depan petani sudah tidak lagi (harus) rebutan urea. Diversifikasi produk yang diluncurkan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) — berupa NPK Pelangi — ...

  • Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil   (295)
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil menteri di beberapa departemen. Apa sesuai dengan kebutuhan atau untuk memenuhi keinginan parpol.

    +628563493xxx
    sungguh tragis nasib ...

  • Haji dalam keadaan iddah   (294)
    Haji dalam keadaan iddah
    Pertanyaan:

    Ustadz, pada tahun ini insya Allah saya mau berangkat haji yang pertama (haji wajib) karena sudah membayar lunas dan sudah dapat ketentuan berangkat kloter 10 Surabaya. ...

  • Selalu perbaharui STOK FILM   (292)
    Selalu perbaharui STOK FILM
    MEMANG tidak mudah menyajikan proses pembelajaran tetap menarik. Apalagi yang menjadi yang menjadi peserta didiknya adalah anak-anak yang masih berusia dini. Meskipun sudah menggunakan media film ...

  • Pengawas UN tegang   (292)
    Pengawas UN tegang



    Pengawas ujian nasional (UN) tampaknya harus bekerja ekstra keras dan tegang. Karena, jumlah peserta UN di Jatim sangat melimpah. Apalagi, mereka tersebar di seluruh wilayah ...

  • Cucu bos Astra tak ditahan   (290)
    Cucu bos Astra tak ditahan
    Terdakwa kasus korupsi pengelolaan ladang minyak Blok Ramba, Sumsel, Aditya Wisnuwardhana, dituntut dengan hukuman 11 tahun penjara. Tapi uniknya dia tidak ditahan. Salah satu cucu pendiri PT Astra ...

  •   (286)

    NU tak maksimal cegah terorisme

    Perlu bentuk ‘Densus-99’?!

    Napi teroris dapat potongan hukuman

    Jelang Lebaran….. musim diskon.

    Soetrisno ...

  • Sulitya Bersikap Adil   (284)
    Sulitya Bersikap Adil
    Pemerintah berseteru dengan rakyat merupakan sesuatu yang luar biasa. Karena sudah sepatutnya pemerintah harus memiliki sifat damai dengan rakyat. Namun jikalau di dalam kalangan elit pemerintahan ...

  • Dua masjid diserbu, KA dibom   (275)
    Dua masjid diserbu, KA dibom
    DUA peristiwa teror melanda dua negara bertetangga, India dan Pakistan, Jumat (28/5) kemarin. Di Pakistan, dua masjid di dua kota dekat Lahore yang penuh dengan umat Islam yang sedang menunaikan ...

  • IPNU DKI bidik sekolah umum   (271)
    IPNU DKI bidik sekolah umum
    Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) DKI Jakarta, Heri Susanto, mengatakan, sekolah umum di Jakarta menjadi bidikan utama program pengkaderan IPNU pada masa ...

  • Bagikan di Facebook
    Sinerjitas
    DARI RAKERNAS MA IPNU
    Masa depan NU di tangan generasi muda
     Baca Juga 
    Menag perkirakan Idul Fitri Jumat
    Menag perkirakan Idul Fitri Jumat
    SIDANG itsbat untuk menetapkan 1 Syawal 1431 Hijriyah atau Idul Fitri akan dilaksanakan Rabu (8/9) hari ini. Sidang digelar di Operation Room Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, ...

    Pejabat PSSI bunuh istri dihukum 5 tahun
    Pejabat PSSI bunuh istri dihukum 5 tahun
    Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara bagi Yosep Revo, terdakwa pembunuh istri sendiri, Maria Reni Widowati. Hakim menilai Ketua Komisi Keuangan PSSI ini secara sah dan meyakinkan ...

    Puncak mudik diwarnai hujan
    Puncak mudik diwarnai hujan
    GELOMBANG arus mudik, baik lewat darat, laut, maupun udara, semakin memuncak, Selasa (7/9) kemarin. Stasiun Pasar Senen, Jakarta, misalnya, kebanjiran ribuan pemudik asal Jawa Tengah dan Jawa Timur. ...

    Tim Teknis tolak ubah anggaran
    Tim Teknis tolak ubah anggaran
    TIM Teknis Pembangunan Gedung Baru DPR RI menolak mengubah desain dan rencana anggaran pembangunan gedung baru DPR senilai Rp 1,16 triliun. Tim teknis menganggap desain itu sudah representatif dan ...

    Pasukan AS-umat Kristen terancam
    Pasukan AS-umat Kristen terancam
    SEBUAH sekte kecil di Florida, Amerika Serikat (AS), merencanakan aksi ngawur membakar Al Quran, dalam peringatan Tragedi WTC 11 September 2010. Aksi itu mereka beri nama “international burn the ...

    Banyak dihujat Al-Quran tetap terpelihara
    Banyak dihujat Al-Quran tetap terpelihara
    Sejumlah kelompok anti-Islam di Amerika Serikat berencana membakar Al-Quran bertepatan dengan peringatan tragedi WTC Sabtu 11 September 2010 lusa. Acara semacam itu bukan yang pertama. Bahkan ...



    DUTA MASYARAKAT, 03 Februari 2010

    AHMAD MILLAH JAKARTA
    AHMAD MILLAH
    JAKARTA

    Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi mengatakan, masa depan NU ada di tangan generasi muda, termasuk kader dan alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

    “Saya dan tokoh-tokoh lain saat ini sudah tua, ke depan masa depan NU ada di tangan anda semua, alumni-alumni IPNU yang masih muda,” ungkap KH Hasyim Muzadi saat membuka Rapat Kerja Nasional Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA IPNU), di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta, Minggu (31/1).

    Karena itu, menurut pengasuh pondok pesantren Al Hikam Malang dan Depok ini, alumni IPNU yang masih muda harus mulai mempersiapkan diri dan memikirkan masa depan NU agar mampu menjawab tantangan zaman. “Saatnya, alumni IPNU memikirkan masalah NU,” katanya.

    NU, tegas mantan Ketua PWNU Jatim ini, sedang membutuhkan kader-kader hebat dan mumpuni yang mampu menjadi manajer guna menata NU dan meningkatkan kualitas gerakan NU di bidang pendidikan, dakwah, ekonomi, kesehatan dan bidang-bidang lainnya.

    “Selain harus ada penguatan jajaran pengurus syuriah, NU juga butuh manajer untuk menjalankan teknis dan strategi pelaksanaan kebijakan PBNU,” kata Sekjen International Conference of Islamic Sholars (ICIS) ini.

    Untuk itu, Kiai Hasyim berharap, ke depan internal NU akan lahir-lahir kader-kader NU yang mampu menjalankan tugas manajerial itu dari Majelis Alumni IPNU. “Masa depan NU untuk 10 tahun ke depan harus mulai dipersiapkan mulai sekarang,” papar tokoh peringkat ke-18 paling berpengaruh di dunia ini.

    Sementara itu, Ketua Presidium Majelis Alumni IPNU, Hilmi Muhammadiyah mengatakan, generasi muda NU memang harus siap menjawab tantangan NU yang semakin berat. Masa depan NU, katanya, berada di tangan generasi muda saat ini.

    “Sudah seharusnya seperti itu, kader muda NU memang harus bersiap-siap mamajukan NU pada masa mendatang,” ungkap mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU periode 1996-2000.

    Menurutnya, berdirinya Majelis Alumni IPNU juga tidak lepas dari upaya mempersiapkan kader NU yang berkualitas di semua tingkatan, mulai dari pusat hingga daerah. “Salah satu tujuan berdirinya Majelis Alumni IPNU ini juga untuk tantangan itu,” tegasnya.

    Lebih lanjut, kader muda NU asal Sulawesi Selatan ini menambahkan, Rakernas Majelis Alumni IPNU ini juga terkait dengan peningkatan kualitas organisasi NU ke depan.

    Melalui Rakernas itu, lanjutnya, pihaknya akan menggeluarkan rekomendasi sebagai masukan bagi peserta Muktamar NU yang akan digelar di Makassar 22-27 Maret mendatang. “Rakernas ini akan menghasilkan rekomendasi yang akan dibawa Muktamar. Ya kita memberi masukan kepada NU,” ungkapnya.

    Acara pembukaan Rakernas tersebut berlangsung cukup meriah. Ratusan kader dan alumni IPNU dari berbagai daerah hadir. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari politisi, akademisi, birokrat hingga menteri.

    Selain KH Hasyim Muzadi, hadir pula mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Asnawi Latif. Usai acara pembukaan, tampil menjadi pembicara pada acara seminar, alumni IPNU yang kini menjabat Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmi Faisal Zaini.

    Hingga berita diturunkan, Rakernas diisi dengan seminar dan diskusi panel dengan menghadikan para calon Ketua Umum PBNU yang akan bersaing di Muktamar nanti. Diskusi ini mengambil tema “penguatan peran NU sebagai solusi problematika umat”.(*)
    •