Duta Masyarakat
Jumat, 12 Maret 2010 | 02:29:12 WIB

 INDEKS ARTIKEL 

TANGGAL: / /

 TOP 10 

  • Reaktor nuklir   (296)
    Reaktor nuklir
    Energi yang dihasilkan dalam reaksi fisi nuklir dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna. Untuk itu, reaksi fisi harus berlangsung secara terkendali di dalam sebuah reaktor nuklir. Sebuah ...

  • Posko Sehat dongkrak Tolak Angin   (294)
    Posko Sehat dongkrak Tolak Angin
    PROGRAM posko sehat yang digelar di beberapa kota di Jatim berdampak signifikan terhadap pasar Tolak Angin di Jatim. Dalam tiga bulan terakhir omzet Tolak Angin naik hingga 40% dibanding bulan-bulan ...

  • Kemelut Undar masih berlangsung   (294)
    Kemelut Undar masih berlangsung
    SETELAH sekitar sebulan lalu Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang dari kubu rektor KH Mujib Musta’in menggelar acara wisuda, di tempat yang sama, Minggu (20/12) kemarin, kubu H Lukman Hakim ...

  • Langkah nyata membumikan Pancasila sebagai jatidiri bangsa   (283)
    Langkah nyata membumikan Pancasila sebagai jatidiri bangsa
    Menjelang tutup tahun 2009, Dian Kemala, organisasi purnawirawan Polri, mengadakan Sarasehan Implementasi Pancasila dalam Pembentukan Karakter Bangsa. Kami telah diminta mengantar pembahasan ...

  • Mengikis kekerasan di lingkungan sekolah   (278)
    Mengikis kekerasan di lingkungan sekolah
    MASALAH kekerasan di sekolah sepertinya tak pernah lenyap dari dunia pendidikan kita. Kekerasan yang kerap terjadi itu semakin mengukuhkan pandangan bahwa ada yang tidak beres dalam sistem pendidikan ...

  • Ibadah sesuai tuntunan   (269)
    Ibadah sesuai tuntunan
    Beberapa waktu lalu muncul polemik mengenai salat dengan menggunakan bahasa Arab dan Bahasa Indonesia secara bersamaan. Patut kiranya dicermati persoalan yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai ...

  • NU butuh manager, siapakah dia?   (269)
    NU butuh manager, siapakah dia?
    Setelah lama tak berkomentar soal figure-figur yang maju sebagai Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, Katua Umum PBNU saat ini akhirnya buka suara soal kreteria figur yang tepat untuk mengisi posisi ...

  • NU Perlu Perkuat Kaderisasi di Semua Tingkatan   (268)
    NU Perlu Perkuat Kaderisasi di Semua Tingkatan
    Di usianya yang telah menginjak 80 tahun lebih, NU menghadapi beberapa masalah. Persoalan paling utama yang dihadapi NU saat ini, adalah kaderisasi yang lemah. Itu salah satu masalah yang hingga kini ...

  • Perusahaan penyalur pembantu panen   (265)
    Perusahaan penyalur pembantu panen
    Memasuki masa libur Lebaran, biro jasa penyalur pembantu akan kebanjiran order permintaan pembantu rumah tangga. Kebutuhan pembatu ini meningkat karena banyak pembantu rumah tangga mudik pada ...

  • Demo 100 hari SBY dimulai   (265)
    Demo 100 hari SBY dimulai
    PULUHAN aktivis PC PMII Bojonegoro (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) menggelar aksi, Rabu (27/1) kemarin sebagai bentuk ketidakpuasan mereka terhadap pemerintahan SBY–Boediono dalam memimpin ...

  • Bagikan di Facebook
    ukuran teks: +besarkan -kecilkan
    Diskusi Reboan
    Para kandidat diragukan bisa memenej NU

    Duta Masyarakat | 30 Januari 2010
     JAKARTA
     Baca Juga 
    Kaki tangan Dulmatin diobrak-abrik
    Kaki tangan Dulmatin diobrak-abrik
    MABES Polri membenarkan telah menangkap lagi kawanan teroris di Solo Jawa Tengah. Namun Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri belum bersedia menjelaskan soal penangkapan tersebut. Setelah ...

    Sidang Udju ungkap tiga nama baru
    Sidang Udju ungkap tiga nama baru
    TERDAKWA kasus dugaan suap kasus pemilihan Deputi Gubernur Senior BI tahun 2004, Udju Djuhaeri, menjalani persidangan perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/3) kemarin. Dalam persidangan ...

    Fraksi PPP minta maaf ke SDA
    Fraksi PPP minta maaf ke SDA
    SETELAH mengambil pilihan sikap berbeda dengan kebijakan partainya, F-PPP DPR akhirnya meminta maaf kepada DPP PPP yang dipimpin Suryadharma Ali (SDA). Surat tersebut dilayangkan hanya sehari setelah ...

    DPR minta siswa puasa facebook
    DPR minta siswa puasa facebook
    Ujian Nasional (unas) untuk siswa SMA akan digelar pada 22 Maret mendatang. Untuk itu, agar sukses menempuh ujian, para pelajar diimbau puasa facebook.

    “Para pelajar agar puasa nonton ...

    Kasus Rieke Diah Pitaloka lemah
    Kasus Rieke Diah Pitaloka lemah
    TERTUDUH kasus pelecehan seksual, dr Rasyidin, angkat bicara. Sang dokter membantah tuduhan telah melakukan pelecehan seksual terhadap Rieke Diah Pitaloka. Menurut dr Rasyidin, dirinya tidak pernah ...

    Teroris ‘incar’ Obama
    Teroris ‘incar’ Obama
    TNI mengendus indikasi bahaya saat Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Hussein Obama berkunjung ke Indonesia 23 Maret mendatang. Namun potensi kerawanan tersebut terus diantisipasi aparat keamanan ...


    PENDAPAT kritis disampaikan Miftahuddin, aktifis Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) . Ia meragukan calon-calon yang telah muncul mampu melakukan perubahan, jika terpilih sebagai ketua umum PBNU.
    Sejumlah kandidat Ketua umum PBNU yang cukup populer adalah KH Said Agil Siradj dan KH Masdar F Mas’udi yang keduanya sudah diakui kepakarannya dalam bidang agama dan sudah cukup lama mengabdi di NU. “Mereka sebenarnya lebih tepat berada dalam posisi syuriyah NU, kemampuan mereka tak diragukan lagi,” katanya.
    Dalam aturan keorganisasian NU, syuriyah merupakan badan penentu kebijakan, pengendali, pengawas dan pembina. Mereka disyaratkan memiliki kompetensi dalam bidang fikih, pendidikan, ahli tirakat dan lain-lainnya.
    Disisi lain, katanya, posisi tanfidziyah NU adalah pelaksana kebijakan yang mengkoordinasikan perangkat organisasi (lembaga, lajnah, badan otonom) sebagai pelaksana kebijakan dan program NU.
    Dengan tugas dan peran ini, lanjutnya, dibutuhkan kemampuan manajerial yang kuat. Para Ketua tanfidziyah tak cukup datang sebagai narasumber dalam sebuah acara yang di selenggarakan, tetapi harus mampu menunggu dan menyerap seluruh aspirasi lembaga, serta menjalin komunikasi terus menerus dengan lembaga yang yang menjadi tanggung jawab koordinasi.
    Ia melihat, NU membutuhkan figur seperti Jusuf Kalla pada pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono lalu, yang mampu menerjemahkan hal-hal makro ke dalam sebuah implementasi yang kongkrit dengan target yang terukur.
    “Misalnya, bagaimana biar listrik tidak byar pet. Demikian juga ketua umum tanfidizyah, harus mempunyai target yang akan di lakukan selama lima tahun ke depan,” ungkapnya.
    NU sebagai organisasi yang mengelola lembaga pendidikan dalam lima tahun ke depan, berapa perguruan tinggi unggulan NU yang dibangun. Hal itu realisasikan dengan rencana tahunan agar target yang telah dicanangkan bisa tercapai. “Dari figur yang ada saya melihat belum ada yang mempunyai kapasitas ini,” katanya.
    Lalu mengapa mereka lebih berminat pada posisi ketua umum tanfidziyah daripada jajaran syuriyah yang sebetulnya lebih strategis? Menurutnya, pilihan itu lebih didasari pada soal prestise dan akses yang dimiliki Ketua Umum PBNU.
    Miftah pesimis akan munculnya sebuah perubahan, para pemikir itu sebagai komandan di jajaran tanfidziyah. “Tidak akan ada perubahan, NU selalu disebut besar, tetapi hal yang menunjukkan kebesarannya tidak muncul. Ketika mencari kampus, rumah sakit, lembaga ekonomi, atau koperasi yang besar dan dapat dibanggakan tak akan muncul,” tandasnya.
    Lebih lanjut, Miftah mengatakan, pada awal berdirinya NU, Ketua Umum tanfidziyah, yang untuk pertama kalinya dipegang oleh Hasan Gipo, benar-benar merupakan supporting sistem. Hal-hal yang substansial dilakukan oleh para kiai.
    Perubahan pola kepemimpinan mulai muncul ketika KH Mahfudz Siddik dan KH Wahid Hasyim menjadi Ketua Umum PBNU, yang keduanya memiliki aspek keulamaan dan organisatoris.
    Saat itulah persidangan untuk syuriyah dan tanfidziyah mulai dilakukan secara terpisah. Dalam konteks sekarang ini, sesuai dengan semangat khittah, penguatan kepemimpinan ulama sebagai penentu kebijakan dan pengendali kebijakan menjadi semakin mendesak.
    Ia mengatakan, upaya penguatan syuriyah sangat penting agar NU semakin mampu menangkap isu-isu eksternal, salah satunya bisa dilakukan dengan memberdayakan peran a’wan atau pembantu dengan diisi oleh pakar-pakar yang tidak mesti ahli agama.
    A’wan, katanya, diberi tugas mengidentifikasi dan merumuskan hal-hal yang mesti menjadi pehartian serius NU. Isu dan bahan yang telah di diskusikan oleh a’wan diberikan kepada syuriyah untuk menjadi bahan dan dasar NU mengambil sikap.
    Selanjutnya, hal-hal yang telah diputuskan oleh syuriyah menjadi tanggung jawab tanfidziyah dalam hal tindak. “Sering terdapat keluhan, NU memiliki banyak SDM yang mumpuni, tetapi kurang dimaksimalkan, mereka tak harus jadi pengurus, tetapi bisa di posisi a’wan,” terangnya.
    Nah, apakah kandidat yang sedang mencalonkan diri mau dan mampu menjalankan peran menjadi khadim dari syuriyah? Berdasarkan pengalamannya selama ini di PBNU, para pakar senior ketika didudukkan di lembaga atau departemen NU tak bisa berjalan dengan baik.
    Yang lebih penting lagi dilakukan saat ini untuk menjaga kelangsungan NU ke depan adalah menyiapkan calon-calon pemimpin di jajaran syuriyah dan tanfidziyah untuk mengganti estafet kepemimpinan 10-15 tahun mendatang melalui pengkaderan yang baik.(*)
    • amh