Duta Masyarakat
Sabtu, 13 Maret 2010 | 23:19:34 WIB

 INDEKS ARTIKEL 

TANGGAL: / /

 TOP 10 

  • Posko Sehat dongkrak Tolak Angin   (299)
    Posko Sehat dongkrak Tolak Angin
    PROGRAM posko sehat yang digelar di beberapa kota di Jatim berdampak signifikan terhadap pasar Tolak Angin di Jatim. Dalam tiga bulan terakhir omzet Tolak Angin naik hingga 40% dibanding bulan-bulan ...

  • Langkah nyata membumikan Pancasila sebagai jatidiri bangsa   (293)
    Langkah nyata membumikan Pancasila sebagai jatidiri bangsa
    Menjelang tutup tahun 2009, Dian Kemala, organisasi purnawirawan Polri, mengadakan Sarasehan Implementasi Pancasila dalam Pembentukan Karakter Bangsa. Kami telah diminta mengantar pembahasan ...

  • NU butuh manager, siapakah dia?   (293)
    NU butuh manager, siapakah dia?
    Setelah lama tak berkomentar soal figure-figur yang maju sebagai Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, Katua Umum PBNU saat ini akhirnya buka suara soal kreteria figur yang tepat untuk mengisi posisi ...

  • NU Perlu Perkuat Kaderisasi di Semua Tingkatan   (285)
    NU Perlu Perkuat Kaderisasi di Semua Tingkatan
    Di usianya yang telah menginjak 80 tahun lebih, NU menghadapi beberapa masalah. Persoalan paling utama yang dihadapi NU saat ini, adalah kaderisasi yang lemah. Itu salah satu masalah yang hingga kini ...

  • Mengikis kekerasan di lingkungan sekolah   (283)
    Mengikis kekerasan di lingkungan sekolah
    MASALAH kekerasan di sekolah sepertinya tak pernah lenyap dari dunia pendidikan kita. Kekerasan yang kerap terjadi itu semakin mengukuhkan pandangan bahwa ada yang tidak beres dalam sistem pendidikan ...

  • Tolak teori hujan hingga teori Darwin   (279)
    Tolak teori hujan hingga teori Darwin
    Serangan-serangan terkoordinasi telah mereka lancarkan di belahan utara Nigeria. Ancaman menggulingkan pemerintah dan menerapkan hukum Islam mereka tebarkan. Itulah Taliban Nigeria. Tapi siapa ...

  • Ibadah sesuai tuntunan   (277)
    Ibadah sesuai tuntunan
    Beberapa waktu lalu muncul polemik mengenai salat dengan menggunakan bahasa Arab dan Bahasa Indonesia secara bersamaan. Patut kiranya dicermati persoalan yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai ...

  • Demo 100 hari SBY dimulai   (272)
    Demo 100 hari SBY dimulai
    PULUHAN aktivis PC PMII Bojonegoro (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) menggelar aksi, Rabu (27/1) kemarin sebagai bentuk ketidakpuasan mereka terhadap pemerintahan SBY–Boediono dalam memimpin ...

  • Perusahaan penyalur pembantu panen   (271)
    Perusahaan penyalur pembantu panen
    Memasuki masa libur Lebaran, biro jasa penyalur pembantu akan kebanjiran order permintaan pembantu rumah tangga. Kebutuhan pembatu ini meningkat karena banyak pembantu rumah tangga mudik pada ...

  • e-Touch luncurkan tri bundling   (270)
    e-Touch luncurkan tri bundling
    Hutchison CP Telecommunications, operator telekomunikasi merek 3 (tri), menggandeng e-Touch, merek ponsel milik First Mobile Group (FMG) Hongkong, mengeluarkan paket bundling ponsel e-Touch D8 dengan ...

  • Bagikan di Facebook
    ukuran teks: +besarkan -kecilkan
    Nasional
    SINDIR SUSNO BAGI-BAGI BUKU
    Lagi-lagi Ruhut bikin heboh rapat Pansus Century

    Duta Masyarakat | 21 Januari 2010
     
     Baca Juga 
    Memakmurkan rumah Allah dengan pendidikan dan pasar
    Memakmurkan rumah Allah dengan pendidikan dan pasar
    Tanah lapang di sebuah desa yang sunyi di ujung timur Kota Surabaya itu cukup istimewa. Ya dari sana telah lahir komunitas jamaah di tahun 1970-an.


    SAAT itu salat rawatib ...

    PAN dan Koalisi
    PAN dan Koalisi
    Bara Hasibuan dan saya banyak bertemu dan bergaul dan sama-sama terlibat dalam pendirian suatu partai yaitu Partai Amanat Nasional (PAN). Saya tidak masuk dalam partai itu, tapi mendukungnya dalam ...

    Menyemai asa dari bisnis rumahan
    Menyemai asa dari bisnis rumahan
    Anda belum mendapatkan pekerjaan? Atau, Anda sudah bekerja tapi mulai bosan dengan rutinitas dan kemacetan lalu lintas setiap hari? Jika ingin memulai tantangan baru, Anda bisa mulai mencoba usaha ...

    Bahasa asing punya nilai lebih
    Bahasa asing punya nilai lebih
    Peringatan dari kaum pengusaha di Inggris ini berguna dan berlaku juga buat segenap pencari kerja di Tanah Air. Kalangan pimpinan perusahaan di sana saat ini menyeru kepada anak-anak muda untuk ...

    `Monster` masa depan tanpa pandang bulu
    `Monster` masa depan tanpa pandang bulu
    Diabetes mellitus (DM) yang lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan penyakit kencing manis merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya kian meningkat. Kini, jumlah penderita diabetes di ...

    Tren one stop body treatment
    Tren one stop body treatment
    Siapa sih yang tidak ingin tampil cantik? Tentu tidak ada. Salah satu solusinya adalah body treatment. Namun, banyak wanita yang enggan melakukan perawatan. Kenapa?

    BODY treatment ...


    Keributan kembali terjadi di Pansus Hak Angket Bank Century. Kali ini, lagi-lagi, ribut-ribut melibatkan anggota pansus dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Hanya saja lawannya anggota pansus dari Fraksi PDI Perjuangan lain, yakni Maruarar Sirait. Pangkal persoalan masalah aliran dana.
    Bahkan Ruhut lagi-lagi melontarkan kata kurang etis di rapat Dewan yang terhormat itu.

    Dalam rapat Pansus yang berlangsung Rabu (20/1) kemarin Ruhut menyebut istilah “burung”, atau kata lain alat kelamin milik laki-laki, untuk menyindir mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji. “Tolong jangan ajari ikan berenang, kita semua pintar berenang, burung terbang. Kalau tidak bisa terbang ya burung kita-kita ini,” kata Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1) kemarin.

    Ruhut menyindir Susno lantaran membagi-bagikan buku sesaat sebelum bersaksi dalam rapat Pansus Angket Century. Buku yang dibagikan berjudul “Susno Duadji di Mata Sahabat Pers.” Buku berwarna putih itu ditulis oleh Achmad Setiyaji dan Edi Nasution. Buku tersebut bergambar Susno yang mengenakan seragam kepolisian dan wajah Susno yang mengenakan pakaian warna putih. Buku terdiri 166 halaman.

    Buku kedua yang dibagikan berjudul “Perjalanan KUHAP Seperempat Abad Lebih, Masalah Substansi dan Implementasi”. Buku warna coklat bergambar tangan yang menggenggam palu merupakan karangan Susno. Buku tersebut terdiri dari 295 halaman.

    “Tadi ada beberapa anggota Pansus yang dapat, tapi ditarik kembali. Tapi saya tetap menyimpan satu,” ucap Ruhut.

    Ruhut juga menyindir Susno yang membedah kasus mantan bos Bank Century menjadi beberapa berkas. “Bapak menjelaskan seperti film Rambo, ada jilid I, jilid II, hingga jilid V. Tolong jangan dibikin film ini kayak film Rambo,” kritik pria asal Medan ini.

    Penangkapan mantan pemilik Bank Century Robert Tantular yang menurut pengakuan Susno atas perintah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menjadi sasaran kritik Ruhut. “Tangkap orang karena fakta, bukan karena kekuasaan,” pinta pria nyentrik ini.

    Ribut lagi

    Ruhut juga gegeran dengan anggota Pansus dari FPDIP, Maruarar Sirait. Saat itu Ruhut meminta klarifikasi dari Susno soal aliran dana yang disebut-sebut mengalir ke sejumlah petinggi Partai Demokrat dan lingkaran terdekat Presiden SBY, seperti keluarga Mallarangeng, Hatta Radjasa, Edi Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Sebelumnya Ruhut menyindir soal rekan pansus lain yang selalu menyoroti soal aliran dana bank. “Pertanyaan ini seperti yang selalu ditanyakan rekan yang di pojokan sana,” kata Ruhut. Semula Maruarar yang biasa dipanggil Ara, menahan diri. Namun dia akhirnya terpancing juga atas pernyataan Ruhut, sehingga melakukan interupsi saat Ruhut sedang bertanya.

    “Kalau Anda dengan santai bisa menyebut Presiden SBY, kenapa Anda tidak langsung menyebut nama saya. Kenapa?” tanya Ara.

    Ara lalu mempertanyakan kepada pimpinan pansus, Saca Wirya dari Demokrat soal etika pansus karena sesuai kesepakatan anggota tidak diperkenankan mengomentari satu-satu di antara anggota pansus. “Kalau mau konsekuen sebagai fraksi pansus, jangan mengomentari. Ayo, saya bisa saja komentari satu per satu orang kalau mau, tapi saya menahan diri, saya konsekuen. Kita fokus tanya kepada Pak Susno, jangan komentar ini itu,” kata Ara.

    Ara atas nama PDI Perjuangan mengaku konsekuen tidak akan menyebut nama partai. “Kita harus konsekuen. Mengutip pernyataan Bung Karno, satukan perkataan dan perbuatan, bukan hanya perkataan saja,” tegas Ara.

    Tidak mau kalah, Ruhut yang sejak tadi sudah hendak bicara dengan kencang berkata. “Saya juga penyambung pesan Bung Karno, penyambung lidah Partai Demokrat. Ingat Ara, semangat kita Fraksi Pansus. Saya tidak sebut Ara atau partai tadi. Ingat jangan diputar balik, saya ini pengacara,” kata Ruhut yang di rapat pansus mengaku sebagai salah satu dari tiga pengacara besar di Indonesia.

    Ara yang terlihat emosi menyahut omongan Ruhut. “Kalau begitu kita juga tidak perlu mengomentari orang-orang di pansus. Pimpinan tolong tegas, ini supaya jelas, tolong dengar, apakah semua bisa berkomentar soal anggota pansus lain. Kalau iya katakan, kalau jangan ya jangan. Kalau boleh mulai sekarang saya akan komentari orang per orang,” teriak Ara.

    Saca kemudian menegaskan bahwa sesuai kesepakatan sebagai fraksi pansus, maka semua pertanyaan harus fokus kepada saksi. Meski Saca sudah menegaskan hal itu, sesama anggota pansus tetap ribut. Bahkan Bambang Soesatyo dari Partai Golkar berteriak soal ketidaksenangannya dengan ulah Ruhut yang terus menerus menyebut nama Jusuf Kalla. “Kami keberatan nama JK terus disebut-sebut,” katanya.

    Tidak hanya Bambang, Akbar Faisal dari Partai Hanura juga ikut berkomentar. Kali ini Akbar mengingatkan soal etika pansus yang dikritik masyarakat, termasuk Presiden SBY.
    • ful/det/vvn