Presiden sindir pejabat-pengusaha
Baca Juga
Presiden sindir pejabat-pengusahaPresiden sindir pejabat-pengusaha
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Madiun dan Ngawi, Senin (18/1). SBY meminta agar para pejabat tanggap, responsif serta peka ...
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Madiun dan Ngawi, Senin (18/1). SBY meminta agar para pejabat tanggap, responsif serta peka ...
Duet Tsalits-Fatchur pastikan diri
Duet Tsalits-Fatchur pastikan diri
Partai Demokrat Lamongan bikin kejutan. Bisa dibilang selangka lebih maju dalam perebutan jabatan bupati-wakil bupati setempat. Sebab pada saat parpol dan calon bupati lain sibuk soal rekomendasi dan ...
Partai Demokrat Lamongan bikin kejutan. Bisa dibilang selangka lebih maju dalam perebutan jabatan bupati-wakil bupati setempat. Sebab pada saat parpol dan calon bupati lain sibuk soal rekomendasi dan ...
PKB buka pendaftaran, PAN tunggu restu
PKB buka pendaftaran, PAN tunggu restu
DPC PKB Sidoarjo yang sedianya akan mencalonkan tunggal H Saiful Ilah dalam perhelatan Pilkada, nampaknya akan kandas. Pasalnya, sesuai dengan aturan yang dikeluarkan DPP PKB ...
DPC PKB Sidoarjo yang sedianya akan mencalonkan tunggal H Saiful Ilah dalam perhelatan Pilkada, nampaknya akan kandas. Pasalnya, sesuai dengan aturan yang dikeluarkan DPP PKB ...
Sastro Soewito dekat PKB
Sastro Soewito dekat PKB
Wakil Bupati Gresik, H Sastro Soewito SH Hum yang rencananya maju dalam Pilkada 2010, dua partai besar akan diliriknya.”Kami sudah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah petinggi partai, ...
Wakil Bupati Gresik, H Sastro Soewito SH Hum yang rencananya maju dalam Pilkada 2010, dua partai besar akan diliriknya.”Kami sudah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah petinggi partai, ...
SBY akui ada isu dana Century ke Demokrat
SBY akui ada isu dana Century ke Demokrat
PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui adanya fitnah yang dihembuskan mengenai penyaluran dana Bank Century ke Partai Demokrat dalam mensukseskan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009. “Memang ...
PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui adanya fitnah yang dihembuskan mengenai penyaluran dana Bank Century ke Partai Demokrat dalam mensukseskan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009. “Memang ...
KAS jaring cawali independen
KAS jaring cawali independen
BEBERAPA partai politik kini sibuk menentukan kandidat Calon Walikota (Cawali) - Calon Wakil Walikota (Cawawali) dan menentukan langkah koalisi. Koalisi Arek Suroboyo (KAS) ...
BEBERAPA partai politik kini sibuk menentukan kandidat Calon Walikota (Cawali) - Calon Wakil Walikota (Cawawali) dan menentukan langkah koalisi. Koalisi Arek Suroboyo (KAS) ...
DUTA MASYARAKAT, 19 Januari 2010
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Madiun dan Ngawi, Senin (18/1). SBY meminta agar para pejabat tanggap, responsif serta peka dengan perkembangan. Sebagai contoh peka terhadap kenaikan harga komoditas seperti beras, minyak goreng maupun gula.
“Saya minta gubernur hingga bupati atau walikota, mari dilihat perkembangan di pasar. Jika ada kenaikan tidak wajar, segera laksanakan operasi pasar. Pemerintah telah menyediakan anggaran untuk stabilisasi kalau ada kenaikan demi melindungi rakyat,” ujarnya.
SBY juga meminta kepada para pengusaha hingga pedagang besar untuk tidak menaikkan harga di luar batas kewajaran. Para pelaku ekonomi atau usaha saat harga minyak dunia naik, harga lain ikut naik. Sebaliknya, saat turun harga dijual tidak turun.
“Saya mengimbau, pemerintah dapat memberikan insentif maupun kebijakan khusus, agar dunia usaha di saat krisis tidak mengalami kesulitan besar, bisa berakibat ekonomi runtuh serta rakyat jadi susah,” tandasnya.
Presiden SBY di Kabupaten Ngawi melakukan peninjauan proyek jalan lingkar sepanjang 10,7 km senilai Rp 80 miliar dan Rusunawa. Lalu menyaksikan penandatanganan naskah kesepahaman antara Gubernur Jatim H Soekarwo dengan Kodam V Brawijaya, TNI AU, AL serta lainnya. Selain itu, penyerahan sejumlah bantuan untuk Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Pacitan dan lainnya.
Kesepahaman dengan Kodam V Brawijaya menyangkut pembangunan rumah yang tidak layak huni di Jatim, disusul Armatim soal perbaikan rumah nelayan dan perbaikan lahan kritis pantai.
Presiden juga menyerahkan sejumlah bantuan, lalu menandatangani peresmian Rusunawa di Probolinggo dan Jember, Jalan Lingkar di Kabupaten Ngawi serta air minum bagi beberapa daerah di Jatim.
Dilaporkan, menjelang SBY memberikan sambutan sempat membuat kejutan seluruh peserta yang hadir di terminal Kabupaten Ngawi itu. “Saya minta kepada seluruh hadirin untuk berdiri semua dari tempat duduknya,” ujarnya.
Tak pelak, semua mata tertuju kepada SBY. Ada apa gerangan? Setelah hadirin berdiri, SBY mengajak untuk menggerakkan kaki, tangan dan pinggang, “Ayo silakan gerakkan semua. Apa sudah cukup? Jika cukup silakan duduk kembali,” ujarnya.
Sebelumnya, saat di Waduk Bening Widas, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, SBY secara simbolis melakukan penebaran benih ikan nila. Sedangkan Ibu Ani Yudhoyono melakukan penanaman pohon, diikuti ucapan selamat datang oleh Ngadimin selaku perwakilan warga Kabupten Madiun.
Dalam acara ini, Presiden SBY hanya memberikan sambutan singkat kurang dari 5 menit. Untuk itu dia mengajak masyarakat untuk selalu menciptakan dan menjaga keamanan. “Terciptanya rasa aman dan keamanan terwujud pembangunan dapat berjalan baik,” ujarnya.
Ia juga menyatakan untuk mewujudkan masyarakat sejahtera tidak dapat dilakukan dengan singkat atau cepat. Pemerintah dengan segala upaya dan kekuatan terus bekerja maksimal dengan mewujudkan program pro rakyat.
Libatkan PNS
Selama perjalanan dari Lanud Iswahjudi, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan menuju Waduk Bening Widas, SBY mendapat sambutan dari pelajar tingkat SD, SMP hingga SMU.
Mereka juga membawa bendera Merah Putih kecil dari plastik. Mereka mulai berjajar di pinggir jalan sejak pukul 08.00, hal serupa juga terjadi sepanjang perjalanan dari Waduk Widas menuju Pendopo Kabupaten Ngawi. Lebih unik di Kabupaten Ngawi para PNS pun diikutkan menyambut kedatangan SBY persis yang dilakukan anak-anak sekolah.
“Kami hanya bisa pasrah ikuti perintah atasan, mas. Ya, mau bagaimana lagi ? Mau menolak jelas tidak berani,” ujar sejumlah PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi.n ag


