Duta Masyarakat
Sabtu, 11 September 2010 | 05:04:26 WIB

 INDEKS ARTIKEL 

TANGGAL: / /

 TOP 10 

  • Petani Mulai Gandrungi NPK   (299)
    Petani Mulai Gandrungi NPK
    SURABAYA – Problem pupuk segera terselesaikan. Ke depan petani sudah tidak lagi (harus) rebutan urea. Diversifikasi produk yang diluncurkan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) — berupa NPK Pelangi — ...

  • Haji dalam keadaan iddah   (294)
    Haji dalam keadaan iddah
    Pertanyaan:

    Ustadz, pada tahun ini insya Allah saya mau berangkat haji yang pertama (haji wajib) karena sudah membayar lunas dan sudah dapat ketentuan berangkat kloter 10 Surabaya. ...

  • Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil   (293)
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil menteri di beberapa departemen. Apa sesuai dengan kebutuhan atau untuk memenuhi keinginan parpol.

    +628563493xxx
    sungguh tragis nasib ...

  • Selalu perbaharui STOK FILM   (292)
    Selalu perbaharui STOK FILM
    MEMANG tidak mudah menyajikan proses pembelajaran tetap menarik. Apalagi yang menjadi yang menjadi peserta didiknya adalah anak-anak yang masih berusia dini. Meskipun sudah menggunakan media film ...

  • Pengawas UN tegang   (292)
    Pengawas UN tegang



    Pengawas ujian nasional (UN) tampaknya harus bekerja ekstra keras dan tegang. Karena, jumlah peserta UN di Jatim sangat melimpah. Apalagi, mereka tersebar di seluruh wilayah ...

  • Cucu bos Astra tak ditahan   (290)
    Cucu bos Astra tak ditahan
    Terdakwa kasus korupsi pengelolaan ladang minyak Blok Ramba, Sumsel, Aditya Wisnuwardhana, dituntut dengan hukuman 11 tahun penjara. Tapi uniknya dia tidak ditahan. Salah satu cucu pendiri PT Astra ...

  •   (286)

    NU tak maksimal cegah terorisme

    Perlu bentuk ‘Densus-99’?!

    Napi teroris dapat potongan hukuman

    Jelang Lebaran….. musim diskon.

    Soetrisno ...

  • Sulitya Bersikap Adil   (284)
    Sulitya Bersikap Adil
    Pemerintah berseteru dengan rakyat merupakan sesuatu yang luar biasa. Karena sudah sepatutnya pemerintah harus memiliki sifat damai dengan rakyat. Namun jikalau di dalam kalangan elit pemerintahan ...

  • Dua masjid diserbu, KA dibom   (275)
    Dua masjid diserbu, KA dibom
    DUA peristiwa teror melanda dua negara bertetangga, India dan Pakistan, Jumat (28/5) kemarin. Di Pakistan, dua masjid di dua kota dekat Lahore yang penuh dengan umat Islam yang sedang menunaikan ...

  • IPNU DKI bidik sekolah umum   (271)
    IPNU DKI bidik sekolah umum
    Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) DKI Jakarta, Heri Susanto, mengatakan, sekolah umum di Jakarta menjadi bidikan utama program pengkaderan IPNU pada masa ...

  • Bagikan di Facebook
    Edukasi
    Langkah nyata membumikan Pancasila sebagai jatidiri bangsa
     Baca Juga 
    Menag perkirakan Idul Fitri Jumat
    Menag perkirakan Idul Fitri Jumat
    SIDANG itsbat untuk menetapkan 1 Syawal 1431 Hijriyah atau Idul Fitri akan dilaksanakan Rabu (8/9) hari ini. Sidang digelar di Operation Room Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, ...

    Pejabat PSSI bunuh istri dihukum 5 tahun
    Pejabat PSSI bunuh istri dihukum 5 tahun
    Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara bagi Yosep Revo, terdakwa pembunuh istri sendiri, Maria Reni Widowati. Hakim menilai Ketua Komisi Keuangan PSSI ini secara sah dan meyakinkan ...

    Puncak mudik diwarnai hujan
    Puncak mudik diwarnai hujan
    GELOMBANG arus mudik, baik lewat darat, laut, maupun udara, semakin memuncak, Selasa (7/9) kemarin. Stasiun Pasar Senen, Jakarta, misalnya, kebanjiran ribuan pemudik asal Jawa Tengah dan Jawa Timur. ...

    Tim Teknis tolak ubah anggaran
    Tim Teknis tolak ubah anggaran
    TIM Teknis Pembangunan Gedung Baru DPR RI menolak mengubah desain dan rencana anggaran pembangunan gedung baru DPR senilai Rp 1,16 triliun. Tim teknis menganggap desain itu sudah representatif dan ...

    Pasukan AS-umat Kristen terancam
    Pasukan AS-umat Kristen terancam
    SEBUAH sekte kecil di Florida, Amerika Serikat (AS), merencanakan aksi ngawur membakar Al Quran, dalam peringatan Tragedi WTC 11 September 2010. Aksi itu mereka beri nama “international burn the ...

    Banyak dihujat Al-Quran tetap terpelihara
    Banyak dihujat Al-Quran tetap terpelihara
    Sejumlah kelompok anti-Islam di Amerika Serikat berencana membakar Al-Quran bertepatan dengan peringatan tragedi WTC Sabtu 11 September 2010 lusa. Acara semacam itu bukan yang pertama. Bahkan ...



    DUTA MASYARAKAT, 23 Desember 2009

    PROF DR HARYONO SUYONO
    Menjelang tutup tahun 2009, Dian Kemala, organisasi purnawirawan Polri, mengadakan Sarasehan Implementasi Pancasila dalam Pembentukan Karakter Bangsa. Kami telah diminta mengantar pembahasan ”Pancasila sebagai Jatidiri Bangsa Indonesia” dalam pengertian umum, kedudukan serta kaitannya dengan upaya membangun kesejahteraan rakyat.

    Berdasar pembicaraan para “founding fathers” dalam pertemuan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia), utamanya menjelang proklamasi kemerdekaan, diketahui bahwa sebelum tanggal 1 Juni 1945 –yang disebut sebagai saat “lahirnya” Pancasila, Bung Karno tidak pernah berbicara atau menulis tentang Pancasila, baik sebagai pandangan hidup maupun sebagai dasar negara.

    Pidato itu untuk menjawab pertanyaan Dr Radjiman Wedyodiningrat, Ketua BPUPKI, tentang apa dasar negara Indonesia yang akan dibentuk. Lima dasar atau sila sila yang beliau ajukan pada pidato itu disebut sebagai Pancasila dan diharapkan dapat dijadikan filosofische grondslag dari Negara Indonesia Merdeka.

    Banyak kalangan menyatakan bahwa uraian Pancasila itu merupakan kristalisasi keseluruhan pemikiran politik yang berkembang dalam perjuangan seluruh pemimpin pergerakan kemerdekaan Indonesia.

    Bukan hanya untuk mendirikan suatu negara yang bebas dari penjajahan, tetapi juga untuk mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur. Jelasnya, pidato “Lahirnya Pancasila” yang bersejarah itu lebih tepat dibaca dalam kaitannya dengan perjuangan panjang bangsa Indonesia secara menyeluruh mengantar bangsa Indonesia menuju masyarakat yang adil dan makmur.

    Tentang maksud perumusannya, selain sebagai jawaban terhadap pertanyaan Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Bung Karno menjelaskan bahwa Pancasila-yang bisa diperas menjadi Trisila, dan Trisila bisa diperas lagi menjadi Ekasila, dan esensi Ekasila itu sendiri adalah “gotong royong” dimaksudkan sebagai dasar untuk mempersatukan seluruh rakyat Indonesia dalam satu negara yang mendiami seluruh kepulauan Indonesia, “satu buat semua” dan “semua buat satu”.

    Pancasila lahir sebagai hasil dari suatu intelectual exercised Bung Karno, yang digali dari pandangan hidup, kesadaran dan cita-cita moral yang meliputi kejiwaan dan watak yang sudah berurat berakar di dalam bangsa Indonesia.

    Karena itu Pancasila bukan saja merupakan political contract atau konsensus nasional tentang dasar negara, tetapi juga merupakan ideologi dan jati diri bangsa.
    Setelah ditetapkan sebagai ideologi dan jati diri bangsa, tiba waktunya mencari, menyebar luaskan pelaksanaan Pancasila sebagai jati diri melalui tugas pemerintah dengan merumuskannya dalam tujuan nasional untuk mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur.

    Selanjutnya oleh seluruh komponen bangsa dikembangkan lebih luas lagi. Dengan demikian, Pancasila berkembang dan ditindaklanjuti oleh seluruh anak bangsa melalui langkah-langkah konkrit yang terus menerus dievaluasi, disegarkan dan dilaksanakan secara berkesinambungan.

    Dalam kaitan itu para peserta Sarasehan diajak menjabarkan Pancasila dalam langkah-langkah sederhana tetapi konkrit dalam kehidupan sehari-hari. Dalam rangka penjabaran secara konkrit tersebut disarankan penggunaan lembaga pedesaan yang bersifat dinamis dikenal sebagai “Pos Pemberdayaan Keluarga” atau Posdaya.

    Posdaya dibentuk, diisi, dibina dan dikembangkan sebagai forum silaturahmi, wadah penyegaran dan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu yang dibentuk dan dilaksanakan oleh, dari dan untuk keluarga dan masyarakatnya.
    Melalui Posdaya dirangsang pembangunan keluarga dan masyarakat sejahtera melalui proses pemberdayaan keluarga secara berkelanjutan.

    Dengan sistem gotong royong dan pengetrapan sila-sila Pancasila secara konkrit dan sederhana keluarga pedesaan diajak memahami seluruh jiwa Pancasila untuk dilaksanakan sebagai jati diri keluarga, jati diri masyarakat, dan jati diri bangsa yang membudaya.

    Jati diri itu dimunculkan bukan dengan menghafal sila-sila Pancasila tetapi melalui perwujudan praktek iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, budaya masyarakat yang beradab dalam wujud nyata kehidupan gotong royong berupa rasa hormat dan peduli terhadap sesama, penghargaan atas prakarsa, saran dan kehidupan yang demokratis, pengambilan keputusan secara musyawarah untuk mufakat, serta kesejahteraan yang adil untuk semua.

    Upaya membumikan Pancasila dilakukan melalui penguatan delapan fungsi keluarga dalam setiap musyawarah Posdaya di pedesaan.
    •