Duta Masyarakat
Jumat, 03 September 2010 | 18:50:01 WIB

 INDEKS ARTIKEL 

TANGGAL: / /

 TOP 10 

  • Hipmi dukung Sandiaga-Lutfi masuk kabinet   (300)
    Hipmi dukung Sandiaga-Lutfi masuk kabinet
    Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendukung anggotanya yang diminta membantu Presiden dalam lima tahun ke depan. Kader Hipmi yang mendapat dukungan luas adalah dua mantan Ketua Umum Hipmi ...

  • Galakkan pemeriksaan lewat papsmear   (299)
    Galakkan pemeriksaan lewat papsmear
    UNTUK menjaga kesehatan reproduksi wanita, sebanyak 100 anggota PC Fatayat Sidoarjo melakukan papsmear di RSI Siti Hajar, Sabtu (13/3). Selain itu, mereka diberi penerangan terkait bahaya penyakit ...

  • Saat mengoreksi diri   (298)
    Saat mengoreksi diri
    Setiap kita tentu pernah berbuat salah, melakukan dosa. Tapi, tak banyak di antara kita yang mau sibuk mengkalkulasi kesalahan-kesalahannya itu. Padahal, introspeksi diri, yakni mencoba menghitung ...

  • Berkendara tak konsentrasi didenda Rp 750 ribu   (292)
    Berkendara tak konsentrasi didenda Rp 750 ribu
    UNDANG-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan menjadi polemik di masyarakat. Kabarnya pengendara mobil yang menggunakan telepon sambil menyetir akan ditilang dan terancam ...

  • Usia internet sudah 40 tahun   (282)
    Usia internet sudah 40 tahun
    Kemarin 40 tahun lalu, dunia virtual menemukan arti baru, karena saat itulah internet hadir. Memang, tanggal pasti kelahiran internet tidak diketahui. Namun, pesan pertama yang dikirim dan diterima ...

  • Kenapa pemerintah mudah dikadali bank bermasalah?   (278)
    Kenapa pemerintah mudah dikadali bank bermasalah?
    Kasus BLBI Jilid I bertahun-tahun tidak jelas penyelesaiannya, bahkan terkesan dilupakan begitu saja. Begitu mudah pemerintah dikadalin bankir-bankir bermasalah. Begitu mudah mereka kabur ke luar ...

  • Dua santri juara II KEM tingkat nasional   (276)
    Dua santri juara II KEM tingkat nasional
    DUA siswa MTs Pamekasan berhasil menjadi juara II dalam Kompetisi dan Expo Madrasah (KEM) tingkat nasional 2009 di kota Malang baru-baru ini. Mereka adalah Rahmat Miskaya, siswa MTs Mambaul Ulum ...

  • Petani Mulai Gandrungi NPK   (275)
    Petani Mulai Gandrungi NPK
    SURABAYA – Problem pupuk segera terselesaikan. Ke depan petani sudah tidak lagi (harus) rebutan urea. Diversifikasi produk yang diluncurkan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) — berupa NPK Pelangi — ...

  • Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil   (269)
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil menteri di beberapa departemen. Apa sesuai dengan kebutuhan atau untuk memenuhi keinginan parpol.

    +628563493xxx
    sungguh tragis nasib ...

  • Pengawas UN tegang   (269)
    Pengawas UN tegang



    Pengawas ujian nasional (UN) tampaknya harus bekerja ekstra keras dan tegang. Karena, jumlah peserta UN di Jatim sangat melimpah. Apalagi, mereka tersebar di seluruh wilayah ...

  • Bagikan di Facebook
    Nasional
    Stop terorisme, stop perang Afghanistan
     Baca Juga 
    Susno Duadji cokot Makbul
    Susno Duadji cokot Makbul
    MANTAN Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji blak-blakan di persidangan kasus mafia hukum dengan terdakwa Sjahril Djohan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl. Ampera Raya, Kamis (2/9) ...

    Pidato Presiden RI mengenai Dinamika RI-Malaysia (2-habis)
    Pidato Presiden RI mengenai Dinamika RI-Malaysia (2-habis)
    Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

    Belajar dari pengalaman ini, pemerintah Indonesia berpendapat bahwa solusi yang paling tepat untuk mencegah dan mengatasi insiden-insiden ...

    SBY dinilai seperti jubir Malaysia
    SBY dinilai seperti jubir Malaysia
    PIDATO Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Mabes TNI soal ketegangan hubungan Indonesia-Malaysia terus menuai cibiran. SBY dinilai seperti juru bicara negeri jiran saja. “Pidato SBY selayaknya ...

    Giliran Menhub diisukan selingkuh
    Giliran Menhub diisukan selingkuh
    GOSIP perselingkuhan menteri terus bermunculan. Kali ini Menteri Perhubungan Freddy Numberi dikabarkan berselingkuh dengan seorang presenter sebuah stasiun televisi dengan inisial RR. Inisial ini ...

    Tanpa TKI Malaysia kelimpungan
    Tanpa TKI Malaysia kelimpungan
    GELOMBANG tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terusir dari Malaysia terus berdatangan di tanah air. Ratusan TKI yang baru dideportasi dari negeri jiran itu tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ...

    Panda bisa seret Miranda - Nunun
    Panda bisa seret Miranda - Nunun
    SEHARI setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan statusnya sebagai tersangka, politisi PDIP Panda Nababan—satu-satunya tersangka yang masih aktif sebagai anggota DPR— tidak terlihat ...



    DUTA MASYARAKAT, 20 November 2009

    M. ARIEF HIDAYAT JAKARTA
    Terorisme muncul, salah satunya sebagai sebuah reaksi terhadap ketidakadilan dan kesewenang-wenangan Barat pada dunia Islam. Perang yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Irak, Afghanistan, atau perang terhadap Palestina oleh Israel yang disokong Barat, merupakan salah satu contoh nyata.

    Karena itu, usaha menghentikan terorisme, juga harus dilakukan dengan menghentikan perang terhadap Irak, Afghanistan, Palestina, dan lain-lain. Jika tidak, reaksi yang berbentuk perlawanan atas ketidakadilan itu akan terus berkembang. Dan terorisme tidak mungkin bisa dihentikan tanpa menghentikan perang di kawasan tersebut.

    Lontaran itu dikemukakan Ahmad Azam Abdul Rahman, Ketua Future Global Network Foundation—lembaga nonpemerintah yang berpusat di Kuala Lumpur, Malaysia —dalam paparannya pada workshop internasional bertajuk “Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Sipil di Asia Tenggara terhadap Strategi Global Penanggulangan Terorisme” di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (19/11) kemarin.

    “Stop perang Afghanistan, stop perang Irak, stop perang Palestina, maka akan menghentikan gerakan ekstrem yang menyerang Amerika Serikat dan negara-negara Barat lain,” ujar Azam pada workshop yang diselenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bekerja sama dengan Center on Global Counter-terrorism Cooperation—lembaga nonpemerintah berpusat di Washington DC, Amerika Serikat, itu.

    Azam menambahkan, kekerasan terhadap ‘anak-anak’ Palestina dan lain-lain, jelas memancing
    kemarahan pihak-pihak tertentu, terutama sesama muslim. Publikasi di media massa atas kekerasan itu cukup membantu membangkitkan kemarahan.

    Hal senada disampaikan Ketua PBNU, Masykuri Abdillah. Menurutnya, terorisme tidak mungkin berakhir jika perang Afghanistan, Irak, Palestina, dan lain-lain, terus berlanjut.

    Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), sebagai lembaga yang memiliki kewenangan menciptakan perdamaian dunia, harus sungguh-sungguh menjalankan tugasnya. Beragam resolusi yang dikeluarkan lembaga itu atas konflik di sejumlah negara, sering kali tidak efektif dalam tataran penerapannya.

    “Resolusinya bagus, tapi dalam implementasinya, PBB sering tidak bisa berbuat banyak. Seperti resolusi atas konflik Palestina dengan Israel, yang sampai hari ini implementasinya masih tidak adil, berat sebelah,” terang Masykuri.

    Ia menambahkan, PBB juga bisa mencontoh metode penanggulangan terorisme atau penyelesaian konflik yang dilakukan di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, yang melibatkan unsur masyarakat sipil. Sebab, penyelesaian konflik atau penanggulangan terorisme di Asia Tenggara tidak sampai berkembang menjadi perang seperti halnya yang terjadi di Irak, Afghanistan atau Palestina.

    Diplomasi non-pemerintah

    Selain itu, penting pula dikembangkan second track diplomacy atau jalur diplomasi nonpemerintah. Hal ini tugas masyarakat sipil atau organisasi kemasyarakatan-keagamaan, meski tetap harus dibantu atau difasilitasi pemerintah.

    “Jalur ini bisa dilakukan organisasi kemasyarakatan-keagamaan dan unsure pemerintah bekerja sama dengan jaringan global atau regional,” kata Cellito Arlegue, Ketua Institute for Strategic and Development Studies—organisasi non-pemerintah berpusat di Manila, Filipina.

    Menurut Cellito, metode ini penting untuk mengatasi kebuntuan proses diplomasi yang dilakukan antar-pemerintah. Sebab, katanya, diplomasi pemerintah tidak bisa dilakukan pada semua bidang atau unsur karena terkendala, misal, prosedur atau aturan perundang-undangan masing-masing pemerintah.
    •