Indeks

BERITA UTAMA
Puncak mudik diwarnai hujan
Tim Teknis tolak ubah anggaran
Pasukan AS-umat Kristen terancam
Banyak dihujat Al-Quran tetap terpelihara
Antara takbir dan pesta mercon di Kairo

NASIONAL
Menag perkirakan Idul Fitri Jumat
Pejabat PSSI bunuh istri dihukum 5 tahun
Polisi dinilai tak profesional
Presiden usulkan konsensus Jakarta
JK: Pemerintah harus tegas

ISLAMPEDIA

NAHDLIYIN

JATIM UTAMA

MALANG RAYA

TOPIK JATIM

EUFORIA PEMILU

TERAS JATIM

PENDIDIKAN

EDUPEDIA

SURABAYA
Anggota dewan 'lari' dari Kejati
Konjen AS dikepung tiga kelompok demonstran
Buka pelayanan 24 jam selama Lebaran
Pemkot kalah gugatan Rp 26 M
Komisaris BUMD milik Pemprov berang

SIDOARJO-GRESIK

BISNIS
Jadi agen produk unggulan
Indosat bangun 1357 di Posko Mudik
Donasi Rp 1,6 miliar kepada 55 yayasan
Subsidi tak melebih batas
MLM syariah beroleh sertifikasi MUI

OPINI
Berpuasa; bukan bersandiwara
OJK dan penghakiman (sepihak) terhadap BI
Mengisi kemerdekaan melalui pemberdayaan keluarga
Memoar kekerasan pada jurnalis
Memaknai pluralisme Islam

SUARA PEMBACA

SMS CAK!

OLAHRAGA
Iklan_Detail 1

Jatim
Jumat, 00 0000
Hama Sumpil Mengganas
NGANJUK— Hamparan ratusan hektare tanaman padi di Desa Puhkerep, Kecamatan Rejoso. terancam gagal panen, lantaran mengganasnya ser angan hampa sumpil. Hama menyerupai siput itu menyerang pada bagian batang, daun dan akar. Dampaknya, kondisi tanaman padi yang terhampar di sepajnang jalanan masuk Desa Puhkerep menguning dan mati. Hama ini menyerang tanaman padi sejak umur sepekan.

Seorang petani setempat, Sumardi, mengaku tak bisa berharap banyak pada musim gadu tahun. Lantaran serangan hama sumpil itu diperkirakan panen mendatang akan merosot empat kali lipat dibanding musim tanam pertama. Saat itu hama sundep menjadi musuh utama yang sulit dijnakkan.

Apalagi hingga kini hama sumpil tersebut belum diketemukan obatnya. Sehingga dalam waktu singkat tanaman tidak bisa tertolong. Hanya pencegahan yang busa dilakukan sementara ini. Yakni dengan cara menaburi abu sekam. Itu pun belum menampakkan hasilnya. Sebab, kondisi tanaman yang menguning bertambah banyak.

Sedang upaya untuk memunguti satu persatu tidak bisa dilakukan karena jumlah sumpilnya terlalu banyak. Kondisi lahan persawahan yang masuk kategori bonorowo (rawa) kian membuat hama sumpil berkembang biak dengan cepat. Belum ada penangan khusus dari Pemkab Nganjuk tekait situasi genting ini. (adi)

[ kembali ]
Search
Nokia Forum