NGANJUK— Hamparan ratusan hektare tanaman padi di Desa Puhkerep, Kecamatan Rejoso. terancam gagal panen, lantaran mengganasnya ser angan hampa sumpil. Hama menyerupai siput itu menyerang pada bagian batang, daun dan akar. Dampaknya, kondisi tanaman padi yang terhampar di sepajnang jalanan masuk Desa Puhkerep menguning dan mati. Hama ini menyerang tanaman padi sejak umur sepekan.
Seorang petani setempat, Sumardi, mengaku tak bisa berharap banyak pada musim gadu tahun. Lantaran serangan hama sumpil itu diperkirakan panen mendatang akan merosot empat kali lipat dibanding musim tanam pertama. Saat itu hama sundep menjadi musuh utama yang sulit dijnakkan.
Apalagi hingga kini hama sumpil tersebut belum diketemukan obatnya. Sehingga dalam waktu singkat tanaman tidak bisa tertolong. Hanya pencegahan yang busa dilakukan sementara ini. Yakni dengan cara menaburi abu sekam. Itu pun belum menampakkan hasilnya. Sebab, kondisi tanaman yang menguning bertambah banyak.
Sedang upaya untuk memunguti satu persatu tidak bisa dilakukan karena jumlah sumpilnya terlalu banyak. Kondisi lahan persawahan yang masuk kategori bonorowo (rawa) kian membuat hama sumpil berkembang biak dengan cepat. Belum ada penangan khusus dari Pemkab Nganjuk tekait situasi genting ini. (adi)