Indeks

BERITA UTAMA
Tanpa TKI Malaysia kelimpungan
Panda bisa seret Miranda - Nunun
Kapolsek-Kasatlantas tersangka
Marinir AS berpuasa latihan fisik jalan terus
Zakat, Pajak dan Kemiskinan

NASIONAL
Susno Duadji cokot Makbul
Pidato Presiden RI mengenai Dinamika RI-Malaysia (2-habis)
SBY dinilai seperti jubir Malaysia
Giliran Menhub diisukan selingkuh
Sikap SBY dinilai kurang tegas

ISLAMPEDIA

NAHDLIYIN

JATIM UTAMA

MALANG RAYA

TOPIK JATIM

EUFORIA PEMILU

TERAS JATIM

PENDIDIKAN

EDUPEDIA

SURABAYA
Kadin: Sulit dipendam lebih dalam
Tak digaji, karyawan KBS mengadu ke Disnaker
Warga ancam pindahkan sampah ke Pemkot
Risma-Bambang dilantik 15 September
Jabatan Bambang habis, Sukamto jadi Plt

SIDOARJO-GRESIK

BISNIS
Subsidi tak melebih batas
MLM syariah beroleh sertifikasi MUI
Flexi alami lonjakan 20 persen
PT KA tambah 28 kereta api
Ternyata SNI tabung elpiji tiga kilo bermasalah

OPINI
Berpuasa; bukan bersandiwara
OJK dan penghakiman (sepihak) terhadap BI
Mengisi kemerdekaan melalui pemberdayaan keluarga
Memoar kekerasan pada jurnalis
Memaknai pluralisme Islam

SUARA PEMBACA

SMS CAK!

OLAHRAGA
Iklan_Detail 1

Surabaya
Selasa, 10 Februari 2009
Cukup Rp 500 Ribu, Langsung Online
Berapa sih biaya yang dibutuhkan untuk membuat website? Jangan dulu berpikir mahal. Sebab, dengan hanya bermodal Rp 500 ribu website yang kita inginkan sudah bisa online. Nominal itu sudah termasuk ongkos jasa membuat page dan tampilan.

Itu untuk alamat-alamat yang tidak gratis, kalau untuk alamat gratisan macam wordpress, harganya tinggal kesepakatan dengan si pembuat.

Agus Supriyadi, mantan wartawan yang kini berprofesi sebagai konsultan layanan jasa website mengakui hal itu. Sudah ratusan caleg dan lembaga pemerintahan menggunakan jasanya untuk membuat website. “Harganya murah. Cukup Rp 500 ribu sudah beres,” katanya.

Tetapi kalau ingin tampilan yang bagus dan berkualitas dia mematok harga lebih. Berapa? “Tergantung nego. Tetapi, dengan Rp 500 ribu itu tadi sudah bisa dapat website lumayan. Yah, minimal enak dibaca dan dilihat,” katanya.

Siapa saja caleg yang menggunakan jasanya? Agus enggan menyebut karena alasan etika. Namun, ketika nama-nama caleg yang sempat disebutkan di bagian lain halaman ini, dia menunjuk tiga nama yang menggunakan jasanya.

“Pokoknya banyak. Rata-rata untuk gengsi-gengsian saja. Buktinya, setelah dibikinkan, maintenance-nya ndak ada. Dibiarkan mangkrak,” katanya.(aya)

[ kembali ]
Search
Nokia Forum